untuk Redho ana turut berduka dan ana tidak lupa mendoakan kesembuhannya, semoga ia masih bersama kita sampai di haritua. sampai pada waktunya nanti kita bicara masalah anak dan cucu-cucu. hehe,
jangan lupa sampaikan salamku sama dia, katakan "Ana rindu juga sama dia, perbanyaklah berdo'a dan memohonlah terus kesembuhan pada Allah swt. buang segala keraguan! dengan izin-Nya kamu akan sehat lagi."
begitu juga dengan kawan2 yang lain sampaikan salamku untuk smua, suatu saat insya Allah kita kan berjumpa lagi.
untuk nontonnya, saya alhamdulillah juga sudah menyaksikan dan untuk responnya:
yang paling utama bahwa menonton ayat-ayat cinta tidaklah sama dengan membaca novelnya perbedaan antara kang Abik dan mas Hanung masing2 sangatlah jauh sekali. kang Abik adalah seorang lulusan univ al-Azhar Kairo dan mas Hanung sebaliknya hanya lulusan mahasiswa dari profesinya saat ini jelas apa yang diketahui kang Abik sangat berbeda dengan pengetahuan mas Hanung.
kang Abik dia adalah seorang pelajar mahasiswa syari'ah tentu sangat mengetahui syarat2 kemusliman yang digambarkannya sebagai sosok Fahri dalam novelnya yaitu berlandaskan al-qur'an dan sunnah.
sementara paham mas Hanung untuk ciri seorang muslim yang ditampilkan dalam karyanya juga sebatas apa yang sekedar dipahaminya.
perbedaannya, karya kang Abik sangat banyak disanjung orang dan sangat banyak menarik perhatian. semua orang yang membacanya menjadi terkesima dan mengidolakan Fahri. di banding mas Hanung, dengan karyanya, banyak orang yang kecewa dan bahkan ada yang tidak setuju dengan apa yang dibuatnya.bagaimana, bukan begitu?
sehingga sebaik2 penonton adalah tidak perlu terlalu mengeritik dengan kritikan yang panas dan cukup berlaku bijaksana antara keduanya.
wallahu a'lam bis shawaab.